my other rumination

demi tugas ku sayang

Posted in daily dally by ilmajesties on 2008/05/19

demi tugas ku sayang, saya harus mengerjakan webnya menggunakan dreamweaver yang setengah berfungsi. YA! setengah berfungsi, karena programnya bisa dibuka, dan bisa dijalankan, selama pake script dialog… YEAH RITE!!!!! tapi lumayan, trus setiap tombol OK, CANCEL, dsb, tulisannya diganti dengan undefined dan setiap proses selalu ada warning yang keluar… MONYEEEEEEDDDDDDD!!!!!!!!!!!!!

reduce reuse recycle repair

Posted in wander afar by ilmajesties on 2008/05/19

Reduce berarti kita mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Reduce juga berarti mengurangi belanja barang-barang yang anda tidak “terlalu” butuhkan seperti baju baru, aksesoris tambahan atau apa pun yang intinya adalah pengurangan kebutuhan. Kurangi juga penggunaan kertas tissue dengan sapu tangan, kurangi penggunaan kertas di kantor dengan print preview sebelum mencetak agar tidak salah, baca koran online, dan lainnya. Reuse sendiri berarti pemakaian kembali seperti contohnya memberikan baju-baju bekas anda ke yatim piatu. Tapi yang paling dekat adalah memberikan baju yang kekecilan pada adik atau saudara anda, selain itu baju-baju bayi yang hanya beberapa bulan dipakai masih bagus dan bisa diberikan pada saudara yang membutuhkan. Sementara Recycle adalah mendaur ulang barang. Paling mudah adalah mendaur ulang sampah organik di rumah anda, menggunakan bekas botol plastik air minum atau apapun sebagai pot tanaman, sampai mendaur ulang kertas bekas untuk menjadi kertas kembali. Dikabarkan semboyan 3R ini sekarang menjadi 4R dengan ditambahkannya Repair, dengan maksud usaha perbaikan demi lingkungan. Contoh memperbaiki barang-barang yang rusak agar bisa kita gunakan kembali seperti sepatu jebol yang kita perbaiki karena dengan begitu kita tidak perlu membeli sepatu baru. Hal lain yang lebih besar adalah reboisasi atau perbaikan lahan kritis karena dengan ini kita bisa memiliki daerah resapan yang lebih besar dan menahan limpahan air yang bisa menyebabkan longsor. Penanaman bakau juga merupakan perbaikan lingkungan. Vulkanisir ban juga repair sehingga dapat kita reuse. Pada dasarnya inti dari semboyan ini adalah untuk mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam program pelestarian lingkungan, semboyan ini mengajak kita untuk melakukan mulai dari hal kecil yang dapat kta lakukan mulai dari skala perseorangan.

Awalnya slogan ini dibuat dan berlaku di kalangan pecinta lingkungan yang mulai merasa gerah dengan eksploitasi alam yang dilakukan akibat industrialisasi; namun sejak beberapa tahun terakhir, slogan ini menjadi slogan umum yang berlaku dan dihimbau kepada seluruh umat manusia yang ada di bumi, sebagai salah satu cara untuk mengatasi proses Global Warming. Global Warming sendiri adalah proses pemanasan global, yang berarti suhu bumi akan semakin panas, efek rumah kaca dituding sebagai penyebab utama hal ini, dan industry sebagai prmbrntuk rumah kaca yang paling signifikan, dikatakan proses industry lah yang menyebabkan rumah kaca terbentuk makin cepat. Salah satu yang dimaksud dengan ‘ulah’ industry adalah banyaknya sumber tenaga yang dibutuh kan dalam mengolah suatu produk, banyaknya bahan baku alam yang di gunakan, dan yang paling parah adalah limbah-limbah yang dihasilkan dari proses industry DAN limbah pasca produksi; misalnya saja kertas, dalam pembuatan kertas membutuhkan bahan baku pohon, untuk membuat batang-batang tadi menjadi kertas, dibutuhkan air dan listrik, guna menghasikan listrik juga dibutuhkan tenaga dari alam, entah air, angin panas matahari, dsb; dalam pembuatan dari kayu menjadi kertas yang putih bersih tentunya memakai bahan pemutih, yang nantinya akan keluar sebagai limbah produksi; lalu setelah kertas-kertas tadi digunakan untuk mencetak, misalnya majalah, setelah majalah tersebut dibaca, maka majalah akan dibuang dan masuk tempat sampah; limbah kertas ada jenis limbah yang biodegradable, hal ini berarti ketika kertas-kertas tadi dalam proses pembusukannya akan menghasilkan gas metana yang merupakan unsur terbesar yang menyebabkan global warming. Bayangkan berapa banyak sampah kertas yang dihasilkan per-hari-nya. Ditambah lagi dalam proses penebangan kayu dapat merusak keseimbangan ekosistem hutan. Ternyata dari sekedar kertas yang bagus-bagus yang dapat dengan mudah kita beli ber-rim-rim, mengandung resiko kerusakan alam yang begitu besar; saya baru menyebutkan soal kertas, belum lagi bahan-bahan lainnya, dapat dibayangkan sendiri. Dan sebenarnya proses Global Warming akan terus berlangsung, hingga mencapai Global Freezing, saat dimana periode Zaman Es terulang lagi, tidak peduli kita sudah melaksanakan inti dari slogan reduce, reuse, recycle tadi, slogan tadi hanya berfungsi untuk memperlambat proses efek rumah kaca, itupun – lagi-lagi – jika dilakukan dengan benar, dapat kita lihat di Indonesia sendiri, tempat sampah pembeda organic-nonorganik pun tidak bertahan lama. Global freezing sendiri akan mulai terbentuk apabila es-es di kutub utara ataupun selatan sudah mencair, sehingga membentuk lapisan air tawar diatas air laut, kondisi seperti ini akan mengganggu siklus perputaran air laut yang selalu berotasi dari yang bersuhu tinggi ke yang bersuhu rendah, yang berperan dalam mempertahankan iklim yang kita rasakan hari ini. Apabila perputaran suhu air laut, tidak berlangsung, maka penurunan suhu akan terjadi, tapi tentu saja saat proses ini berlangsung mungkin hanya tinggal ½ penduduk bumi sekarang yang masih mampu bertahan hidup. Dan saya mungkin juga anda, sudah ada di alam sana, dimanapun itu tergantung kepercayaan masing-masing.

Lalu, apa hubungan nya dengan desain? Kalau kita mau melihat the big picture desainer grafis termasuk orang-orang yang bertanggung jawab atas penghasilan limbah-limbah, karena lebih dari 50% media yang digunakan oleh para desainer adalah tipe media cetak, entah itu kertas, plastic, atau Styrofoam. Coba kita lihat dari media-media yang sejauh ini telah kita buat, pasti kebanyakan dalam bentuk cetak yang membutuh kan kertas atau material lainnya yang mungkin bahkan lebih sulit terdaur ulang, mulai dari buku, majalah, poster, flyer, kemasan, undangan, dll, sebut saja. Sudah berapa ratus ribu lembar yang kita –dengan sengaja- buat, yang pada akhirnya memang hanya berakhir di tempat sampah. Pernahkah kita berfikir, sepadan kah yang kita buat tadi dengan efek yang dihasilkan kemudian, pernahkah kita terpikir untuk membuat media yang lebih ramah lingkungan. Memang sebenarnya posisi desainer dalam masalah ini sangatlah dilematis; di satu sisi penggunaan kertas memang terbukti tidak efektif, tapi disisi lain, kertas adalah material yang paling mudah untuk ‘dibentuk’, ditambah lagi kertas sudah teramat akrab bagi mata, terutama para penggemar buku. Jadi apa dong yang bisa ikut kita lakukan dalam batasan profesi, seperti yang seorang teman pernah katakan sebuah wacana yang ada jangan hanya berakhir sebagai sebuah karya di lembar-lembar poster, atau karya grafis yang nantinya tidak ber-ke-tindaklanjutan ke mana-mana. Well, disinilah tingkat ke-kreatiifitasan kita sebagai seorang desainer dituntut untuk bekerja, kita dituntut untuk dapat menghasilkan sebuah karya yang dapat menyikapi permasalahan yang sedang dihadapi pada saat ini, karena sebenarnya hakekat kreatif tidak terbatas sebagus apa karya yang kita buat, tidak hanya dinilai berdasarkan nilai estetis yang terkndung di dalamnya, tetapi juga dinilai dari segi fungsional nya, dan saat sekarang ini, kita dituntut untuk mampu berfikir kreatif untuk dapat mempersembahkan dan mempertanggung jawabkan karya kita bagi bumi. Dapat dilakukan dengan banyak hal sebenarnya, dimulai dari prinsip yang paling sederhana, yaitu reduce, reuse dan recycle, dengan bepatokan pada kaidah ini, kita dapat lebih memilih material yang ramah lingkungan, baik dengan menggunakan produk-produk yang dapat dipakai ulang atau didaur ulang, dengan begitu kita telah turut mengurangi resiko lingkungan yang mungkin ditimbulkan. Atau jika kita mau lebih memeras otak dengan memikirkan media lain yang sama sekali terbebas dari material yang perlu di daur ulang, dan sebagai nya dan sebagainya. Kalau berbicara tentang lingkungan hidup, semua kembali lagi ke kesadaran pribadi atas seberapa penting hal tersebut bagi kita. Tapi paling tidak, sebagai desainer, yang notabene adalah insan kreatif mari kita coba bersama-sama berpikir ke depan, berpikir lebih terbuka, dan berpikir lebih peduli terhadap factor-faktor yang mempengaruhi kehidupan orang banyak, termasuk didalamnya mempertimbangkan ‘hasil akhir’ dari karya yang kita buat.

Tagged with: , ,

balasan sms saya

Posted in daily dally by ilmajesties on 2008/05/18

sebenernya saya bukan tipe orang yang suka basa-basi, hal ini kadang-kadang kelihatan dari balasan balasan sms saya, jadi hanya ada beberapa peristiwa yang berhasil saya ingat

ada seorang teman dari teman saya, saya ga bisa bilang dia teman saya karena kami belom pernah terlibat dalam sesuatu pertemanan, well at least begitulah menurut saya. suatu malam dia mengirim sms yang intinya bertanya saya sedang apa – saya lupa kata-kata persisnya seperti apa- lalu saat itu saya memang sedang sibuk mengerjakan tugas, kalo ga salah animasi I yang memang manual; jadi saya cuma menjawab sekenanya “lagi sibuk” …. sebenarnya saya bahkan tidak ingat peristiwa seperti ini pernah ada, karena sebenarnya buat saya ga ada yang aneh dari jawaban saya, TAPI teman teman kuliah saya pada sibuk ‘menyindir’ katanya saya ketus dan kesannya tidak suka sama si wanita yang meng-sms saya. LAH?!
soalnya kebetulan si wanita ini sedang digosipkan dengan teman saya laki-laki yang memang lumayan deket sama saya

di lain hari saya seperti biasa sedang sibuk berkutat dengan kamar kosan yang acak-acakan, lalu tiba-tiba handphone saya berbunyi, nomer tidak dikenal- sewaktu mau saya angkat sudah dimatikan, kemudian karena saya berpikir siapa tau penting -karena ada pergantian kartu sim ke hape lain, mungkin saja nomor ini seharusnya saya kenal – lalu saya kirim lah sms ke nomor tersebut “ya, ada apa?” tapi tidak ada balasan, ya sudah saya kembali melanjutkan bebenah kamar , dan kemudian handphone saya berbunyi lagi, nomor yang tadi, tapi sebelum diangkat sudah dimatikan, lalu bunyi lagi dan dimatikan lagi .. saya kesal, lalu saya kirim sms ke nomor tadi “cari mati ya?” …. terbukti efektif

kemarin, saya lagi ga ada kerjaan, lalu saya sms ‘an’ sama temen. sampai dia menulis kata-kata yang sebenarnya biasa aja, tapi memang bikin males. lalu saya cuma menjawab sekenanya “mati aja lu sana masuk neraka” …. trus temen saya malah jadi kebingungan, disangka nya saya lagi bete… hahaha

sampai suatu titik

Posted in a bit too personal by ilmajesties on 2008/05/09

sampai di suatu titik aku memilih diam karena aku enggan berkomentar karena aku lelah berpendapat

Tagged with:

me and a bicycle

Posted in daily dally by ilmajesties on 2008/05/07

i had my first bicycle lesson today!!! :D

yes, i cannot ride a bike, for the last time i ever rode it was at my fourth grade :lol: so yes, i CANNOT RIDE A BIKE… thanks to pino and efan, who taught me to ride today, though they were mostly laughing at me, it was fun still. hehehe… but there’s a BUT, the bike’s saddle has no covering, so it kinda hurt now, hahaha, silly.. anyway wish me luck guys :3

Tagged with:

ada yang salah dengan jomblo

Posted in daily dally by ilmajesties on 2008/05/04

entah cuma perasaan saya aja ato emang belakangan ini agak banyak orang yang mempertanyakan perihal pasangan saya… pertanyaannya dalam beragam bentuk tentunya, ga sedikit juga yang bersifat agak memojokkan, inti nya dari semua itu ada “kok lo belom punya pacar sih?” ato “kenapa lo ga jadian aja sama ’seseorang’ ” …

lalu pertanyaan saya, “ada yang salah dengan jomblo?”

gatau juga sebenarnya masalahnya itu disebelah mana sehingga kok kayanya pada heran saya ga punya pasangan. apa mungkin karena saya dekat dengan banyak lelaki ya? ya iyalah deket ama banyak lelaki secara di kampus saya yang mirip kota mati itu, apa lagi di jurusan saya yang namanya cewe itu makhluk langka seandainya ada pun pada sibuk ama dunianya sendiri-alias jarang keliatan di kampus, gimana juga ga dekat dengan banyak lelaki. lalu ada juga yang mempersoalkan : kok bisa deket selama bertaun-taun tapi tetep teman, lalu kata saya “dong kalo ga bisa ga bakal ada yang namanya temen di dunia ini” . sebagian yang lain menjudge “kenapa juga lo ga mau sama *ini*, padahal dia udah baik banget sama elu, dll, dll” pertanyaan saya “emangnya kalo dia baik mesti gw jadiin pacar?”. tapi ada bagian yang lain pernah bilang “jadian gih sono, biar lo ga keliatan kaya orang stress” . pertanyaan saya “emang nya gw stres gara-gara jomblo?”

nah, dari situ saya masih ga tau sebenernya apa yang aneh dengan saya menjadi jomblo. tapi, sebenernya kenapa saya jomblo? karena ga laku lah… hahaha…

seriusan!! kenapa ya…? sebenernya jawaban paling gampang adalah karena saya lagi pengen jomblo (titik). betul tidak? soal kenapa ga jadian sama ini kenapa ga jadian sama itu, sepertinya itu balik ke tiga keinginan saya, yang salah satunya menyebutkan “pengen jadian sama orang yang saya naksir”… kapan nya ya liat aja ntar, lagian yang namanya masalah cinta-cintaan kayanya ga penting penting amat gitu buat dipikirin dalem dalem, dipaksain juga buat apaan, bahkan temen gw aja ada yang masih menjomblo sampe sekarang gara-gara dia punya prinsip calon istri nya harus 10 taun lebih muda, dan dia fine-fine aja. tapi kalo ada yang bilang saya keliatan stress mungkin karena dia mengasosiasikan saya sejak putus yang terakhir kali sampe sekarang belom punya pacar kali makanya keliatannya stress-di mata dia, padahal mah saya stress mikirin ini uang sks, sama tugas kuliah dan tugas sekretaris dari 2 pameran yang hampir berbarengan. gimana ga stress pun!!!! lah temen gw yang punya pacar dan stress beneran juga lebih banyak. jadi sebenernya jomblo itu adalah posisi paling enak, dan tidak menyusahkan. lalu kenapa saya mesti punya pacar dong kalo ternyata yang punya pacar banyak yang pada stress, hahaha

ya jomblo ga jomblo balik ke gimana kita mau menyikapinya kan. kalo enjoy aja, kenapa mesti dibikin ga enjoy, kalo ga enjoy ya itu masalah LO!! hahahaha

Tagged with:

tiga keinginan

Posted in a bit too personal by ilmajesties on 2008/05/02
  • saya kadang-kadang pengen jadi orang yang bisa jujur sama diri sendiri deh
  • kalo ini masalah cinta-cinta an, saya pengen jadian sama orang yang saya suka, ga kaya yang udah udah — DONE
  • pengen bisa sabar dan mensyukuri hidup. termasuk memaafkan orang lain dan diri sendiri
Tagged with: